ATR-BPN Bayarkan Ganti Rugi 37 Bidang Tanah Rel Kereta Api di Maros

Sebanyak 37 bidang tanah yang terkena proyek pembangunan jalur kereta api di Kabupaten Maros kembali dibayarkan, Rabu, (18/12/2019).

Ganti rugi proyek kereta api di Maros
Pembayaran ganti rugi proyek kereta api di Maros.

Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Wilayah Kabupaten Maros, Rizal Fathoni mengatakan, untuk di Maros ada 37 bidang tanah yang dibayarkan.

Sehingga, total lahan bidang tanah untuk rel kereta api yang sudah dibayarkan sebanyak 44 bidang tanah. Karena sebelumnya pemerintah telah membayarkan 7 bidang tanah.

“Hari ini kita membayarkan 37 bidang tanah untuk di Kabupaten Maros. Ini merupakan pembayaran terakhir untuk tahun 2019 ini,” katanya kepada wartawan.

Dia mengatakan dari 37 bidang tanah itu pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp3,8 miliar untuk membayar ganti rugi sekitar 64.579 meter persegi ke pemilik lahan.

“Pembayaran ini sudah memasuki tahap ketiga dengan jumlah warga penerima ganti rugi sebanyak 34 orang untuk warga Maros,” katanya.

Dia juga mengatakan, jika lokasi tanah warga yang dibayarkan yakni di Kecamatan Maros Baru, Lau, Bontoa, Mandai dan Marusu.

Selain 37 bidang, pihaknya juga membayarkan ganti rugi 6 bidang pemilik tanah di Kabupaten Pangkep.

Sementara itu, Kepala Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Kabupaten Maros, Ansyar Kadir mengatakan, pembayaran ganti rugi ini merupakan awal yang baik, sebab sudah ada warga yang mau menerima pembayaran lahannya.

“Estimasi jumlah bidang kurang lebih 923, jadi kalau kita sudah bayar kurang lebih 40 bidang, masih panjang waktunya untuk melunasi semua. Kita berharap semuanya berjalan lancar,” ucapnya.

Di antara penerima ganti rugi lahan ini, yakni Hj Suraidah HB, istri Bupati Maros, HM Hatta Rahman. Dia menerima ganti rugi pembebasan tanah sebesar Rp 499.386.000 rupiah untuk tiga bidang tanah. (*)

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *