Ketua Granat Maros Sebut Lapas Kecolongan

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Maros, M Bakri, menyoroti penemuan alat isap sabu atau bong di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Maros, dalam razia yang digelar Ahad malam, kemarin.

Lapas Maros
Barang-barang yang ditemukan saat razia di Lapas Maros.

Razia tersebut dilakukan oleh tim gabungan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN).

Razia ini juga melibatkan personel TNI dari Koramil Mandai Maros dan personel Kepolisian dari Polsek Mandai Maros.

Bakri mengatakan, penemuan bong dalam Lapas Maros tersebut menjadi bukti masih adanya peredaran narkotika dalam Lapas.

Kuat dugaan, ada oknum petugas Lapas Maros yang bermain, sehingga bong tersebut bisa lolos.

“Ini bukti Lapas Maros kecolongan, sehingga bong dan barang terlarang lainnya masih ditemukan di Lapas,” ujarnya, melalui rilis media, Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, masuknya bong tersebut melalui dua pintu. Pertama melalui pengawasan yang minim dan bobroknya mental oknum petugas lembaga pemasyarakatan.

“Solusinya, pengawasan diperketat, seperti memaksimalkan fungsi kamera CCTV dan pendeteksi barang terlarang lainya. Pembinaan terhadap petugas Lapas, juga harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Maros, Indra Setiabudi Mokoagow membenarkan penemuan barang terlarang dalam razia tersebut.

“Untuk temuan bong masih kita dalami pemilik atau penggunanya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (16/12/2019).

Pasalnya bong tersebut ditemukan di tong sampah yang berada di blok yang dihuni narapidana narkoba pindahan dari Rumah Tahanan (Rutan) Makassar.

“Bong ditemukan saat sementara dilakukan pemeriksaan semua blok di Lapas Maros,” ujarnya, dilansir dari laman Tribun Maros.

Sementara itu, terkait penemuan badik, dia mengatakan diduga kuat dirakit di tempat bimbingan kerja (Bimker) Lapas Maros.

Sedangkan terkait temuan parang, dia mengaku sebelumnya parang tersebut dipakai memangkas pohon.

Pasca penemuan badik, bong dan barang terlarang lainnya tersebut, arus masuk ke Bimker bakal diperketat.

Untuk diketahui, Lapas Maros saat ini dihuni sekitar 629 warga binaan. Lapas Maros terletak di jalan poros Kariango di Desa Bonto Mate’ne Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. (*)

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *