Siswi SPIDI Maros Hasilkan Tenaga Baterai dari Kulit Pisang

Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Maccopa Maros mampu menghasilkan tenaga baterai yang berasal dari kulit buah pisang.

Sekolah di Maros
Siswi SPIDI Maros saat Learning Exhibition.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Learning Exhibition atau pameran produk inovasi karya siswi.

“Kegiatan yang digelar setiap tiga bulan sekali tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk inovasi para santriwati,” ujar Kepala Sekolah SPIDI Maros, Muaminah Mustafa, kepada wartawan, Senin (16/12/2019).

Dalam pameran produk inovasi yang digelar pada Ahad 8 Desember lalu tersebut, para siswi memamerkan berbagai macam produk unggulan.

Selain ada batu baterai dari kulit pisang, juga ada masker dari biji mangga, kriket dari bahan sampah, jamblang (bahasa Makassar, coppeng) yang diolah menjadi puding. Juga masker, kopi, teh yang bahannya dari biji coppeng dan yang lainnya.

Dalam pameran ini, gabungan semua mata pelajaran kemudian diangkat satu tema.

“Dari tema itulah ditentukan dimana tripikal siswi siswi mendapatkan data, kemudian dibuat produk dengan bahan dasar yang ada di sekitar kita,” jelasnya

Para siswi tidak saja teori yang mereka dapati di sekolah, namun pengetahuan yang mereka peroleh berhubungan dengan kehidupan nyata, sehingga berinisiatif membuat produk yang masih langka.

“Jadi produk yang mereka buat adalah sesuatu yang baru dan masih jarang diketahui publik. Semakin tinggi kelas siswi semakin kreatif hasil produk yang mereka buat,” tambahnya.

Terkait tenaga baterai dari kulit pisang, siswi kelas XI jurusan IPA SPIDI Maros, Arneza menyampaikan, isi baterai bekas dikosongkan, kemudian diisi kulit pisang yang sudah ditumbuk.

“Setelah diteliti, ternyata kulit pisang mengandung elektron dan bisa menghasilkan listrik. Jadi kita buat sebagai energi alternatif, agar tidak menjadi limbah. Produk baterai dari kulit pisang ini bertahan hingga tiga hari,” paparnya.

Selain pameran produk inovatif siswi, kajian Parenting juga digelar di Masjid Ummi Andi Murni Badiu kompleks Pesantren Darul Istiqamah Maccopa Maros, dengan tema ‘Mendidik Generasi Qurani’.

Kajian parenting ini digelar setiap bulan yang diikuti orang tua siswi untuk berbagi pengalaman dan tanya-jawab dengan pemateri. (*)

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *