Kemenkumham dan BNN Temukan Badik dan Bong Saat Razia di Lapas Maros

Tim gabungan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Maros, Ahad, semalam.

Lapas Maros
Razia tim gabungan Kemenkumham, BNN, TNI dan Polri di Lapas Maros

Razia tersebut menyasar sejumlah blok dan warga binaan di Lapas Maros. Dalam razia tersebut, petugas menyita sejumlah barang yang dilarang beredar di area Lapas.

Barang-barang yang ditemukan di antaranya, telepon seluler (ponsel), charger, badik, parang, bahkan bong (alat pengisap narkoba jenis sabu) serta beberapa barang lainnya.

Kepala Lapas Kelas II A Maros, Indra Setiabudi Mokoagow membenarkan penemuan barang terlarang dalam razia tersebut.

“Untuk temuan bong masih kita dalami pemilik atau penggunanya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (16/12/2019).

Pasalnya bong tersebut ditemukan di tong sampah yang berada di blok yang dihuni narapidana narkoba pindahan dari Rumah Tahanan (Rutan) Makassar.

“Bong ditemukan saat sementara dilakukan pemeriksaan semua blok di Lapas Maros,” ujarnya, dilansir dari laman Tribun Maros.

Sementara itu, terkait penemuan badik, dia mengatakan diduga kuat dirakit di tempat bimbingan kerja (Bimker) Lapas Maros.

Sedangkan terkait temuan parang, dia mengaku sebelumnya parang tersebut dipakai memangkas pohon.

Pasca penemuan badik, bong dan barang terlarang lainnya tersebut, arus masuk ke Bimker bakal diperketat.

Untuk diketahui, Lapas Maros saat ini dihuni sekitar 629 warga binaan. Lapas Maros terletak di jalan poros Kariango di Desa Bonto Mate’ne Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. (*)

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *